Rabu, 29 Mei 2013

KNOWLEDGE PORTALS



Portal berasal dari bahasa Inggris yang diartikan sebagai pintu gerbang. Portal sendiri menurut Kamus, didefinisikan:
1).Pintu gerbang atau gapura
2).Jalan (pintu) masuk ke dalam tambang bawah tanah, terowongan, jembatan, dsb
3).Gang (beranda dsb) lebar di depan kamar-kamar dalam rumah, gedung, dsb
4).Cak tonggak atau palang yg dipasang di ujung gang (jalan) untuk menghalangi masuknya kendaraan tertentu.

Ekspor direkomendasikan untuk penerbitan ke pementasan atau server produksi. Harus secara manual memindahkan proyek Portal dikemas ke server Portal (media portabel atau metode lain). Karena ekspor tidak memerlukan FTP atau menyalin akses ke server Portal, ada kesempatan yang sangat sedikit gangguan selama penerbitan.
Menyebarkan
metode ini secara otomatis menerbitkan konfigurasi dari proyek portal server Portal. Menyebarkan dianjurkan untuk penerbitan dengan tes, integrasi atau pementasan Server. Dapat mengubah pengaturan global dari server Portal dalam Designer Portal dan menyebarkan mereka ke server, namun, Anda harus me-restart server setelah penyebaran untuk memastikan bahwa perubahan diterapkan.
Tujuan portal adalah memberikan informasi yang relevan terhadap pekerja perusahaan, mempercepat memperoleh partner pemasok dan pelanggan, mengurangi kompleksitas dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan.
Personalization merupakan kunci utama dalam arsitektur portal. Knowledge worker harus mengelola dan mengirimkan informasi berdasarkan kebutuhan. Menyediakan layanan yang dapat dikutomisasi oleh usernya, kapanpun, dimanapun dan untuk perangkat apapun, semuanya itu merupakan layanan akses yang ada dimana-mana

Kamis, 23 Mei 2013

Linked List

2.1 Definisi Linked List
Pengolahan data yang kita lakukan menggunakan komputer seringkali mirip
dengan ilustrasi di atas, yang antara lain berupa penyimpanan data dan pengolahan lain
dari sekelompok data yang telah terorganisir dalam sebuah urutan tertentu. Salah satu
cara untuk menyimpan sekumpulan data yang kita miliki adalah menggunakan larik.
Telah kita bicarakan dalam Bab 1, keuntungan dan kerugian pemakaian larik untuk
menyimpan sekelompok data yang banyaknya selalu berubah dan tidak diketahui dengan
pasti kapan penambahan atau penghapusan akan berakhir.
2.2 Single Linked List
Single linked list atau biasa disebut linked list terdiri dari elemen-elemen individu,
dimana masing-masing dihubungkan dengan pointer tunggal. Masing-masing elemen
terdiri dari dua bagian, yaitu sebuah data dan sebuah pointer yang disebut dengan pointer
next. Dengan menggunakan struktur two-member seperti ini, linked list dibentuk dengan
8
cara menunjuk pointer next suatu elemen ke elemen yang mengikutinya seperti gambar
2.1. Pointer next pada elemen terakhir merupakan NULL, yang menunjukkan akhir dari
suatu list. Elemen pada awal suatu list disebut head, dan elemen terakhir dari suatu list
disebut tail.
Gambar 2.1 Elemen yang Dihubungkan Bersama Dalam Bentuk Linked List
Untuk mengakses elemen dalam linked list, dimulai dari head dan menggunakan
pointer next dari elemen selanjutnya untuk berpindah dari elemen ke elemen berikutnya
sampai elemen yang diminta dicapai. Dengan single linke list, list dapat dilintasi hanya
satu arah dari head ke tail karena masing-masing elemen tidak terdapat link dengan
elemen sebelumnya. Sehingga, apabila kita mulai dari head dan berpindah ke beberapa
elemen dan berharap dapat mengakses elemen sebelumnya, kita harus mulai dari head.
Secara konseptual, linked list merupakan deretan elemen yang berdampingan.
Akan tetapi, karena elemen-elemen tersebut dialokasikan secara dinamis (menggunakan
malloc), sangat penting untuk diingat bahwa kenyataannya, linked list akan terpencarpencar
di memori seperti Gambar 2.2. Pointer dari elemen ke elemen berarti sebagai
penjamin bahwa semua elemen dapat diakses.
2.2.1 Representasi Simpul (Node)
Struktur node pada linked list merupakan suatu simpul(node) yang berisi pointer
ke suatu data yang merupakan data dirinya sendiri. Model struktur dari linked list tersebut
dalam C adalah sebagai berikut:
typedef struct node *list;
struct node {
int datalist;
struct node *next;
};
dilanjutkan dengan deklarasi dari pointer ke struktur di atas sebagai berikut:
struct node *head;
atau
list head;
2.2.2 Alokasi Simpul
Ketika sebuah variabel dideklarasikan, terlebih dahulu harus diinisialisasi.
Demikian juga dengan pengalokasian secara dinamis. Sehingga, fungsi untuk
mengalokasikan sebuah node baru, fungsi allocate_node() menggunakan malloc()
untuk mendapatkan memori aktual, yang akan menginisialisasi suatu field data. next
selalu diinisialisasi sebagai NULL.
Untuk melihat kemungkinan alokasi memori gagal, maka fungsi allocate_node
menghasilkan 0, bila berhasil maka menghasilkan 1. Untuk membebaskan node
digunakan fungsi free_node. Fungsi dari alokasi node adalah sebagai berikut :
int allocate_node(int data, list *new)
{
new = (list) malloc (sizeof(node));
if(new==NULL)
return 0;
new->datalist = data;
new->next=NULL;
return 1;
}
Operasi pada Linked List
Pada sub bab ini akan dijelaskan mengenai operasi yang terpenting pada linked
list, yaitu menambahkan node (insert) dan menghapus node (delete).
2.2.3.1 Insert
Fungsi insert pada linked list meliputi :
- insert sebagai node awal (head) dari linked list
- insert setelah node tertentu
- insert sebelum node tertentu
- insert sebagai node akhir (tail) dari linked list
Insert sebagai node awal (head) dari linked list
Statement kelanjutan dengan deklarasi seperti diatas untuk insert sebagai node
awal (head) dari linked list adalah sebagai berikut:
void insertashead(list insert)
{
insert->next=head;
head = insert;
}
ilustrasi dari fungsi diatas adalah sebagai berikut:
kondisi awal
insert->next=head;
head = insert;
Insert setelah node tertentu
Statement untuk insert setelah node tertentu dari linked list adalah sebagai berikut:
void insertafternode(int x, list insert)
{
list after;
after = head;
do
after = after->next;
while (after->datalist != x);
insert->next = after->next;
after->next = insert;
}
ilustrasi dari fungsi diatas adalah sebagai berikut:
after = head;
do
after = after->next;
while (after->datalist != x);
insert->next = after->next;
after->next = insert;
Langkah-langkah untuk proses di atas adalah sebagai berikut:
1. Pointer next dari elemen baru menunjuk elemen setelah elemen tertentu
2. Pointer next elemen sebelumnya menunjuk ke elemen baru
Insert sebelum node tertentu
Statement untuk insert setelah node tertentu dari linked list adalah sebagai berikut:
void insertbeforenode(int x, list insert)
{
list before, prevbefore;
if (head->datalist = x)
insertashead(insert)
else
{
before = head;
do
prevbefore = before;
before = before->next;
while (before->datalist != x);
insert->next = before;
prevbefore->next = insert;
}
}
ilustrasi dari fungsi diatas adalah sebagai berikut:
before = head;
do
prevbefore = before;
before = before->next;
while (before->datalist != x);
insert->next = before;
Langkah-langkah untuk proses di atas adalah sebagai berikut:
1. Telusuri list sampai elemen tertentu, catat juga elemen sebelumnya
2. Lakukan penyisipan sebelum elemen tertentu tersebut
Insert di akhir (tail) dari linked list
Statement untuk insert di akhir dari list adalah sebagai berikut:
void insertastail(list insert)
{
list tail;
tail = head;
do
tail = tail->next;
while (tail->next != NULL);
tail->next = insert;
tail = tail->next;
}
ilustrasi dari fungsi diatas adalah sebagai berikut:
tail = head;
Langkah-langkah untuk proses di atas adalah sebagai berikut:
1. Telusuri list sampai elemen terakhir (tail->next=NULL)
2. Lakukan pentisipan setelah elemen terakhir
2.2.3.2 Delete
Fungsi delete pada linked list meliputi :
- delete sebagai simpul pertama(head) dari linked list
- delete setelah simpul tertentu
- delete simpul terakhir
Penghapusan Simpul Pertama:
Langkah-langkah untuk proses di atas adalah sebagai berikut:
1. Pointer first diarahkan pada data ke-2
2. Pointer p diarahkan pada data ke-1
3. Bebaskan pointer p (secara otomatis data ke-1 terhapus)
Penghapusan Setelah Simpul Tertentu
Langkah-langkah untuk proses di atas adalah sebagai berikut:
1. Arahkan pointer first s/d data yang ditunjuk
2. Pointer p diarahkan pada first->next
3. Arahkan pointer first->next pada p->next
4. Bebaskan pointer p (secara otomatis data setelah simpul tertentu terhapus)
Penghapusan Simpul Terakhir
Langkah-langkah untuk proses di atas adalah sebagai berikut:
1. Telusuri simpul s/d first->next = NULL
2. Arahkan pointer p ke first
3. Bebaskan pointer p->next (Simpul Terakhir)
4. Arahkan p->next ke NULL
2.3 Double Linked List
Elemen-elemen dihubungkan dengan dua pointer dalam satu elemen. Struktur ini
menyebabkan list melintas baik ke depan maupun ke belakang.
Masing-masing elemen pada double linked list terdiri dari tiga bagian, disamping
data dan pointer next, masing-masing elemen dilengkapi dengan pointer prev yang
menunjuk ke elemen sebelumnya. Double linked list dibentuk dengan menyusun
sejumlah elemen sehingga pointer next menunjuk ke elemen yang mengikutinya dan
pointer prev menunjuk ke elemen yang mendahuluinya.
Untuk menunjukkan head dari double linked list, maka pointer prev dari elemen
pertama menunjuk NULL. Untuk menunjukkan tail dari double linked list tersebut, maka
pointer next dari elemen terakhir menunjuk NULL. Susunan elemen yang dihubungkan
dalam bentuk double linked list dapat dilihat pada Gambar 2.3
Double Linked List
Untuk melintas kembali melalui double linked list, kita gunakan pointer prev dari
elemen yang berurutan pada arah tail ke head. Double linked list mempunyai fleksibilitas
yang lebih tinggi daripada single linked list dalam perpindahan pada list. Bentuk ini
sangat berguna ketika akan meletakkan suatu elemen pada list dan dapat memilih
dengan lebih bijaksana bagaimana memindahkannya. Sebagai contoh, salah satu
fleksibilitas dari double linked list adalah dalam hal memindahkan elemen daripada
menggunakan single linked list.
2.4 Circular List
Circular list adalah bentuk lain dari linked list yang memberikan fleksibilitas dalam
melewatkan elemen. Circular list bisa berupa single linked list atau double linked list,
tetapi tidak mempunyai tail. Pada circular list, pointer next dari elemen terakhir menunjuk
ke elemen pertama dan bukan menunjuk NULL. Pada double linked circular list, pointer
prev dari elemen pertama menunjuk ke elemen terakhir.
Circular list yang akan dijelaskan pada bab ini merupakan single linked circular list. Kita
hanya menangani link dari elemen terakhir kembali ke elemen pertama.
2.5 Kesimpulan
1. Linked list adalah sebuah struktur untuk menyimpan data yang bersifat dinamik
2. Beberapa operasi dapat diterapkan pada linked list seperti sisip(insert),
hapus(delete)
3. Operasi-operasi yang ada pada linked list relatif lebih sulit jika dibandingkan
dengan operasi-operasi pada struktur yang statis

Recursion

Recursion secara singkat dapat diartikan sebagai sebuah fungsi yang memanggi fungsi itu atau dirinya sendiri.

source code
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
void myMethod( int counter)
{
if(counter == 0)
     return;
else
    {
       System.out.println(""+counter);
       myMethod(--counter);
       return;
    }
}
Fungsi diatas tentu tidak akan mengalami looping forever karena sudah memiliki kondisi kapan dia selesai yaitu ketika counternya = 0. Contohnya saja kita panggil fungsi diatas dengan nilai counter = 5. Lalu apa hasilnya??
Hasilnya adalah :
  • 5
  • 4
  • 3
  • 2
  • 1
Kenapa nilai terakhir = 1? Ini karena fungsi diatas memiliki kondisi terakhir dimana jika nilai counter = 0, maka recursion akan berhenti . (Sudah pusing? saya saja sudah pusing karena sudah kebelet maen dota ) Jika sudah agak mengerti dengan contoh di atas selanjutnya kita bahas tentang contoh selanjutnya dari recursion yaitu tentang factorial.
Factorial adalah mengalikan suatu bilangan dengan bilangan sebelumnya sampai bilangan itu dikalikan dengan 1.
For example: 6! = 6 X 5 X 4 X 3 X 2 X 1 = 720 .  Lalu bagaiman kita mencari hasil factorial dengan konsep recursion ini? Coba perhatikan java code dibawah ini deh.
?
source code
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
class Factorial {
 
     int fact(int n) {
 
          int result;
 
          if ( n ==1) return 1;
 
          result = fact (n-1) * n;
 
          return result;
 
     }
 
}
  
class Recursion {
 
     public static void main (String args[]) {
 
          Factorial f =new Factorial();
 
          System.out.println("Factorial of 3 is "+ f.fact(3));
 
          System.out.println("Factorial of 4 is " + f.fact(4));
 
          System.out.println("Factorial of 5 is " + f.fact(5));
 
     }
 
}